Tantangan Dakwah Di Era Global
Tantangan Dakwah Di Era Global
Era Globalisasi adalah
era yang penuh keterbukaan. Era bercampurnya nilai-nilai yang satu dengan yang lain. Globalisasi dalam teori ilmu sosial adalah proses
mengecilnya dunia untuk menjadi satu. Saat ini dunia menjadi sempit. Apa yang
terjadi sekarang di Amerika bisa kita saksikan sekarang juga. Apa yang terjadi
di Saudi Arabia sekarang, bisa kita dengarkan sekarang juga. Apa yang
berkembang ditempat lain juga bisa mempengaruhi pola hidup kita. Satu sisiglobalisasi dengan transportasi dan tekhnologi mampu
memudahkan manusia, tetapi satu sisi yang paling parah adalah melenakan manusia
dari Tuhannya.
Ketika manusia terlalu sibuk dengan apa yang
terjadi dengan dunia luar, maka dia akan lupa dengan apa yang terjadi dalam
diri mereka sendiri. Ketika manusia terlalu sibuk dengan sesuatu yang ada di
luar, dia lupa akan kewajiban-kewajiban atas dirinya. Dan ketika manusia
melupakan Tuhannya, melupakan fitrahnya, maka Allah mengingatkan dalam Al-Quran
surah Al Hasyr: 19 yang maknanya
“Dan janganlah kamu
seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa
kepada mereka sendiri”
Mereka itulah
orang-orang yang fasik. Orang yang melupakan Allah, dia juga akan dilupakan
Allah. Artinya, dalam diri mereka penuh dengan kebingungan.
Dia dimanja dengan
materi, dimanja dengan bermacam-macam hiburan. Tetapi, sesungguhnya dalam
dirinya telah terjadi kekeringan spiritual sehingga menjadikan dia gelisah.
Manusia menjadi bingung dan depresi. Daniel Wolman seorang peneliti psikologi
dalam sebuah temuannya mengatakan:
“manusia yang terlahir
setelah tahun tujuh puluh, punya potensi lima kali depresi dan stres dibanding
yang lahir sebelum tahun tujuh puluh”
Alasannya, karena
manusia setelah tahun 70 berhadapan dengan masa dimana dia terlena oleh masalah
dunia dan melupakan dunia spiritual. Dan ternyata betul. Orang bunuh diri
sekarang ini lebih banyak daripada jaman sebelum tahun 70-an. Orang stres dan
orang gila lebih banyak dibandingkan jaman dulu. Karena mereka melupakan
Tuhannya, kemudian hidupnya terkungkung oleh keinginan-keinginan dunia dan
melupakan yang Maha Kuasa, Allah SWT.
Perubahan dan pengalihan nilai, dan berbagai
hal negatif yang muncul akibat globalisasi harus kita hadapi dengan dakwah. Untuk itu, kita harus semakin
gencar berdakwah dengan merangkul dan mengarahkan generasi muda untuk menjadi
lebih bagus lagi ke depannya.
Ada tiga poin penting yang harus kita
lakukan dalam berdakwah dalam rangkah menjaga komunitas muslim agar jangan sampai
tergerus oleh nilai-nilai negatif yang diakibatkan oleh arus
globalisasi.
Pertama: Ajaklah kembali kepada Allah
Sekarang waktunya
untuk kembali kepada Allah. Waktunya kembali kepada masjid sebagai sentral
pembinaan mental spiritual umat. Ajaklah mulai dari keluarga kita sendiri
datang ke masjid untuk mulai penempaan kembali kepada Allah SWT. Jadi, kembali
kepada Allah adalah jawaban dari semua permasalahan dalam hidup ini. Artinya,
ketika Allah kita jadikan tempat kembali, yakinlah Allah akan membimbing kita
menuju kepada ridho-Nya.
Ada hal yang perlu kita perhatikan dewasa ini.
Dakwah menuju Allah ini membutuhkan pemahaman akan ilmu agama dengan baik. Yang
menjadi tuntutan globalisasi saat ini adalah kehendak pasar.Jangan sampai dakwah
kehilangan esensi!. Da’i yang muncul ke
permukaan seharusnya mempunyai kwalifikasi ilmu agama yang bagus. Jangan sampai
seperti yang seringkali kita lihat di TV dewasa ini, beberapa di antara mereka
tidak mengenyam pendidikan secara khusus bahkan tidak begitu tahu Al-Qur’an dan
Al-Hadist tiba-tiba muncul di TV sebagai ustadz, sebagai kyai hanya karena
tuntutan pasar. Yang penting lucu, yang penting bisa cerita, tidak peduli tidak
bisa Al-Qur’an dan Al-Hadist. Ini adalah sebuah fenomena permasalahan dakwah yang
kita hadapi di era global saat ini.
Kedua: Ajaklah mengerjakan amal Shalih
Artinya, dakwah dengan memberikan tauladan
dengan menampilkan perbuatan-perbuatan yang baik. Semua kita, harus bisa menjadi Da’i, pengajak kepada Allah dengan cara
berperilaku yang baik dalam kehidupan bermasyarakat. Karena kita adalah manusia
pilihan terbaik yang dipilih Allah untuk beramar ma’ruf di tengah-tengah
masyarakat
Ketiga: Ajaklah untuk meneguhkan identitas
kita sebagai muslim
Dakwah di tengah era
globalisasi, yang nilai-nilainya
bercampur antara barat dan Islam, antara Amerika dengan Indonesia. Di antara
semua itu, kita harus tampil dengan kata-kata “Saya adalah orang Islam“.
Kita tunjukkan identitas Islam. Jangan pernah malu atau bahkan takut. Sedih rasanya jika kita melihat ada sebagian
dari kita malu memakai identitas Islam di muka umum. Banyak orang yang risih
membawa Al-Qur’an di bus kota, sementara orang lain membawa kitabnya
masing-masing dengan bangga. Kita punya penyakit mindwar the heat complex (rasa
rendah diri) . Penyakit psikologi umat yang salah ini harus kita sembuhkan. Banggalah sebagai muslim, nyatakan saya adalah muslim. Dan kita harus berbuat sesuai
dengan tuntunan dan nilai-nilai keIslaman yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Komentar
Posting Komentar